Breaking News

Sabtu, 21 Februari 2015

Kementrian Luar Negeri Merasa Terhina Dengan Cara Brazil

Presiden Brasil Dilma Rousseff membenarkan pihaknya menunda pemberian surat kepercayaan (credentials) kepada Duta Besar Indonesia. Tanpa surat tersebut, Dubes Toto Riyanto tidak bisa bertugas. Dilma menyatakan sikapnya berkaitan dengan kebijakan Indonesia menghukum mati warga asing terlibat kasus narkoba. Satu WN Brasil sudah diesekusi, sementara satu lagi menunggu giliran di Nusakambangan.

"Hal penting (dari penundaan ini) bila terjadi perubahan keadaan," ujarnya seperti dilansir BBC, Sabtu (21/2).

Seperti yang dikutip dari Medeka. Kementerian Luar Negeri merasa terhina dengan cara Brasil menunda pemberian credentials kepada Dubes Toto Riyanto. Pada acara di Istana Kepresidenan Brasil kemarin (20/2), Dubes Toto sudah datang bersama diplomat lain asal Venezuela, El Salvador, Panama, Senegal dan Yunani. Tapi hanya dia yang dikabarkan tidak mendapat credentials, sehingga batal mengikuti upacara resmi.

Dubes Toto kini sudah dipanggil pulang ke Tanah Air untuk konsultasi lebih lanjut. Sampai Brasil punya inisiatif memperbaiki hubungan diplomatik yang kini memburuk, Kemlu tidak akan mengirim utusan ke Negeri Samba.

Read more ...

Badai Topan Marcia dan Topan Lam Terjang Australia

Gambar dari satelit Aqua milik NASA menunjukkan Topan Marcia di Laut Coral (18/02)
Topan Marcia dan topan Lam secara bersamaan menerjang Australia, Jumat (20/2). Kedua badai tesebut datang dari arah yang berbeda, Badai Marcia menghantam negara bagian Queensland, sementara badai Lam menghantam Northern Territory.

Hingga Jumat siang waktu setempat, badai Marcia di Queensland dinyatakan telah mencapai kategori 4 dari 5 kategori dan menerjang wilayah di sekitar kota Yeppoon di pinggir pantai. Seorang warga setempat menggambarkan "pohon-pohon kelapa bergoyang seperti sedang melakukan olahraga". Kecepatan angin mencapai sekitar 250 km/jam.

Menurut John McGrath seorang warga setempat, ia dan keluarganya sejauh ini masih aman dan berdiam di dalam rumah. "Di luar sana sangat berbahaya," katanya kepada ABC. "Pohon-pohon dan semak bergoyang diterpa angin kencang. Saya sudah pernah menyaksikan angin kencang sebelumnya, namun kali ini anginnya lebih kencang," katanya.
Read more ...

Polri Kembali Usut Kasus Novel Baswedan

Badan Reserse Kriminal Polri melanjutkan kembali proses penyidikan perkara penganiayaan pencuri sarang burung walet terhadap penyidik KPK Novel Baswedan saat menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Kota Bengkulu.Polri bakal memanggil ulang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terkait kasus kekerasan di Bengkulu. Sebelumnya polri telah memanggil novel namun tidak bisa karena alasan tertentu.

''Dia sudah dipanggil pada Jumat (13/2), tapi belum bisa hadir dengan keterangan. Nanti dia bakal dipanggil lagi,'' kata Kabagpenum Divhumas Polri Kombes Pol Rikwanto, di Jakarta, Rabu (18/2/2015).

Ia mengatakan pihaknya akan menjadwalkan pemanggilan kedua kepada Novel. Meski demikian, pihaknya tidak mengatakan kapan waktu panggilan kedua. Bareskrim Polri kembali membuka kasus lama Novel tersebut karena menurut Rikwanto, kasus tersebut belum kedaluwarsa.

Kasus itu terjadi pada 2004 ketika Novel Baswedan menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatserse) Polres Bengkulu. Novel diduga terlibat dalam kasus kekerasan aparat kepolisian terhadap para pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu.

Read more ...

Jumat, 20 Februari 2015

Ahli Hukum : Indonesia Tidak Usah Panik Dengan Pernyataan PM Australia

Tonny Abbott (Google)
Ahli hukum tata negara Margarito Kamis menilai, pemerintah tak perlu panik dengan pernyataan Perdana Menteri Australia Tonny Abbott yang mengungkit kembali bantuan Australia yang diberikan negara, saat membantu bencana tsunami.

Seperti dikutip dari Tribunnews "Kita terima saja, hormati yang beliau kemukakan dan konsisten saja. Kita terus berusaha mengurus negara," kata Margarito di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2015).

Abbott mengatakan hal ini agar Indonesia membatalkan eksekusi dua warga negaranya yang terlibat penyelundupan narkoba. "Soal hukuman (mati) itu tetap dilaksanakan, ngga perlu panik jalankan saja," tegasnya.

Seperti diketahui Perdana Menteri Australia Tonny Abbott yang mengatakan dirinya berharap indonesia akan membalas kebaikan Australia dengan membatalkan hukuman mati terhadap kedua warga negaranya yang tersangkut kasus narkotika. Dirinya juga mengungkit-ngungkit kebaikan Australia terhadap indonesia sewaktu aceh dilanda bencana Tsunami pada 2004 silam.

"Ketika Indonesia dilanda tsunami, Australia memberi bantuan senilai 1 miliar dolar, kami mengirim pasukan angkatan darat dalam jumlah banyak untuk membantu Indonesia di bidang kemanusiaan," kata PM Abbott
Read more ...

Eksekusi Warga Negara Australia, Panglima TNI Kerahkan Pasukan Elite

Panglima TNI, Jendral Moeldoko (google)
Eksekusi mati dua anggota sindikat narkotika Bali Nine yang merupakan warga negara Australia, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, bakal dikawal ketat pasukan elit TNI. Ini merupakan reaksi Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko atas penolakan Pemerintah Australia terkait rencana eksekusi mati dua warganya tersebut.

Moeldoko mengatakan, TNI mendukung langkah-langkah yang diambil Presiden Jokowi terhadap pengedar narkotika dan sepenuhnya mendukung pelaksanaan eksekusi mati. “TNI tidak terpengaruh oleh apapun dan siapapun atas hal itu,” Jumat (20/2/2015).

Untuk memperkuat dukungan TNI terhadap pelaksanaan eksekusi mati, lanjut Moeldoko, dia telah memerintahkan para komandan pasukan elit untuk membuat perencanaan detail bersama pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kementerian Hukum dan HAM.

Pengerahan pasukan elit ini, imbuhnya, untuk mengantisipasi adanya gangguan yang bersifat fisik maupun non fisik. Tak cuma itu, unsur intelijen dan alat tempur juga akan disiagakan. Para komandan satuan khusus juga harus bersiap-siap.
Read more ...

11 Peti Jenazah Telah Disiapkan Untuk Tepidana Mati Narkotika

Eksekusi terpidana mati tahap kedua sebentar lagi dilaksanakan. Sejauh ini pihak Kejagung selaku eksekutor masih menyembunyikan hari H dan lokasi eksekusi. Namun diperkirakan para terpidana mati akan menghadapi regu tembak di Pulau Nusakambangan.

Menurut yosafat selaku pengurus Gereja Kristen Jawa (GKJ) Cilacap, telah menerima pesanan pembuatan 11 peti mati dari Polres Cilacap. Pesanan yang sama juga diterima GKJ Cilacap pada eksekusi mati tahap pertama, 18 Januari lalu. “Ada pesanan 11 peti jenazah dari Polres Cilacap,”Jumat (20/2/2015)

Peti mati pesanan Polres Cilacap itu disimpan di gudang GKJ dengan ukran berbda-beda, satu peti ukuran jumbo, dua peti ukuran kecil dan tiga lainnya ukuran sedang. “Sekarang sudah siap semua tinggal kebutuhannya berapa apakah 10 atau 11, kita sudah siap,” jelasnya.
Read more ...

Ardina Rasti Coba Bisnis Batu Akik

Tren batu akik ternyata tidak hanya dirasakan masyarakat saja tetapi juga dirasakan oleh para selebriti Indonesia. Salah satunya yang ikut tren tersebut adalah Ardina Rasti. Artis cantik yang nyaris tidak memilliki jerawat di wajahnya ini diketahui merupakan sosok wanita yang ceria. Ardina Rasti bukan ingin mengoleksi batu akik, justru melihat peluang bisnis di batu akik, tentu ia sudah merasakan manfaat dari mengkoleksi batu akik. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk mencoba berbisnis batu akik sejak tahun lalu.

Seperti dikutip dari detikhot "Baru tahun lalu, beberapa bulan yang lalu. Nama bisnisnya 'Sneha', itu dari bahasa sanskerta yang artinya 'Love'," ujarnya saat ditemui di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2015).

Ardina mencoba menyulap batu akik menjadi sebuah aksesoris yang menarik. Salah satu aksesoris-nya adalah gelang batu akik yang disebutnya punya khasiat tersendiri. Sedangkan untuk asal dari batu akik yang dibuatnya justru bukan dari dalam negeri. Ia mengaku membeli bahan batu akik tersebut dari Kanada.
Read more ...
Designed By